Solusi Pengelolaan Listrik Miota Bisa Jadi Proyek Percontohan

November 23, 2022

Uploaded by Miotamin

Miota

Solusi pengelolaan listrik PT Miota International Technologi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, bisa menjadi proyek percontohan bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk diterapkan di seluruh Indonesia.

Di kabupaten itu, Miota berhasil menerapkan smart meter listrik dua arah di 50 ribu rumah, bekerja sama dengan PLN dan BUMD setempat, yakni PT Muba Electric Power (MEP). Dengan smart meter dua arah Miota, penggunaan listrik dapat dimonitor secara terbuka baik oleh penyedia maupun pelanggan listrik.

Dampaknya adalah kemudahan cara bayar dan kepastian soal biaya yang dibayarkan pelanggan, mencegah penyelewengan akses dan distribusi listrik, serta mengurangi tunggakan tagihan pelanggan. Hal ini terjadi karena sistem pembayaran terkoneksi melalui aplikasi di piranti bergerak (mobile) yang dikelola Miota.

“Melalui aplikasi Muba Listrik Pintar, pelanggan dapat memantau dan mengendalikan tingkat pemakaian listrik secara harian lewat aplikasi, sehingga berdampak positif berupa berkurangnya tunggakan pembayaran,” kata Direktur MEP Augie Bunyamin, Senin (9/8/2021).

Seiring dengan itu, Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya meyakini, keberhasilan Miota mengelola listrik pelanggan PLN di Musi Banyuasin akan menjadi proyek percontohan di seluruh Indonesia. Miota adalah anggota Asioti. Setelah smart meter listrik, smart meter air minum dan smart meter gas yang sudah ada SNI-nya menjadi target berikut penggunaan perangkat yang terhubung internet (internet of things/IoT) berikutnya.

Dia menilai, pemanfaatan IoT meningkat pesat di Tanah Air, terutama selama pandemi Covid-19. Contohnya untuk gedung pintar (smart building) dan rumah pintar (smart home) baik untuk memudahkan akses, meningkatkan keamanan, pemantauan hingga hiburan.

“Di sektor industri, pemanfaatan IoT juga meningkat, sejalan dengan otomasi dan remote production yang saat ini menjadi keharusan untuk tetap bisa memantau hingga mengontrol mesin produksi,” kata dia.

Teguh melihat ada tiga sektor yang tumbuh pesat dalam menggunakan IoT saat pandemi, yakni kesehatan, pertanian, dan energi. Pertama, digital healthcare tumbuh sangat pesat, misalnya segmen retail market thermal detection dan remote monitoring. Demikian pula IoT untuk tindakan preventif, penanganan, dan pemantauan.

Dia melanjutkan, peningkatan penggunaan IoT juga terjadi di sektor pertanian dan peternakan yang membantu untuk menurunkan biaya operasional, meningkatkan kapasitas produksi hingga meningkatkan penjualannya. Adapun di sektor energi, ada Miota yang merilis aplikasi penggunaan listrik.

Dia menilai, dukungan pemerintah dalam pengembangan ekosistem IoT cukup besar, antara lain sosialisasi dan edukasi dan pembinaan, baik kepada industri, masyarakat hingga pemasok baik dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Kementerian Ketenagakerjaan. Demikian juga dukungan regulasi mulai dari terbitnya KM 1 2019- Kominfo, PM 300-2020 untuk SKKNI IOT dari Kemenaker serta SNI IOT tahun 2020 dari BSN.

Teguh memperkirakan, ke depan, dengan dukungan pengembangan teknologi baru di bidang chipset, sensor, perangkat, jaringan, platform hingga aplikasi untuk semua sektor, pemanfaatan IoT akan semakin meningkat, baik untuk rumah tangga, industri, dan pemerintahan.

“Terlebih, dengan perluasan penetrasi jaringan 5G yang menjanjikan yang tidak hanya broadband, tetapi juga koneksi real time dengan latensi rendah serta koneksi masif dengan jutaan perangkat dalam radius 1 km2. Ini akan menimbulkan optimisme, bahwa pada 2025, akan ada 678 juta perangkat lebih IoT yang terhubung dengan potensi pasar sebesar US$ 40 miliar,” pungkas Teguh.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily (https://investor.id/business/258723/solusi-pengelolaan-listrik-miota-bisa-jadi-proyek-percontohan)